Sekilas yang ku dengar dan ku baca hari ini
Sedikit penat pikiran ini banyak berguman.. Hanya diam memendam dan sulit mengungkap. Menganggap semua akan baik-baik saja jika diam, ternyata itu semua salah besar.
Dapat pengetahuan dan ilmu dari podcast yang kudengarkan dan buku yang ku baca hari ini. Sedikit mengobati kekalutan, meskipun masih banyak pikiran yang menggangu otak. Tak apa.. pelan-pelan semua akan membaik.. Perlahan saja kamu masih dalam tahap belajar, jalanmu masih panjang jika gagal coba lagi.. bangun lagi... bangkit lagi.. seperti itu terus. Kata Rachel Vennya hidup itu bahagia.. sedih... bahagia kemudian sedih lagi.Tak ada yang benar-benar happy ending. Kalau akhir dari hidupmu bahagia ya kebetulan saja hidupmu saat itu sedang di tahap bahagia. Realistis juga sih, roda memang berputar jadi jalani dengan ikhlas biar perasaanmu itu juga tidak terlalu membekas.
Podcast yang kupelajari hari ini bebrbicara tentang toxic positivity. Sebenarnya sadar sih bahwa yang dilakukan diri ini salah, tapi menganggap bahwa it's okey gapapa positif aja semua akan baik baik saja. Terlalu menolak negativity itu juga salah besar. Kata Sheryl "Katakan apa yang kamu rasakan, jujur saja dulu! jangan takut sedih". kalau kalimat itu dimaknai benar juga ya jika kita tidak mengungkapkan bagaimana bisa menerimanya. kebanyakan orang termasuk aku sendiri takut akan kesedihan, ketidakpuasan akan respon jawaban dari yang telah kita ungkapkan. Seringkali jika mendengar sesuatu yang pas dihati ku ajukan pertanyaan pada diri sendiri. "kalau tidak mau bertindak bagaimana jiwa ini nanti bisa bertahan??? Mau terus membohongi diri sendiri??" Dari situ pula aku menjadi tahu bahwa terlalu berpikir positif dengan diri sendiri itu ternyata juga bisa menjadi salah karena terlalu membenarkan apa yang sebenarnya tidak benar. Dampak dari situ akan membuat kita menganggap semua orang yang perilakunya sedang negatif menjadi toxic, rasa percaya diri berkurang, bahkan stress berkepanjangan. Belajar mengatur emosi negatif itu sangat diperlukan :) Tidak instan juga tidak gampang semuanya butuh latihan dan proses.
Jika masalah toxic positivity itu terjadi pada orang lain bukan diri kita, apa yang harus kita lakukan sih? "Focus on listening to others and showing support" -Sheryl Sheinafia
Hal itu menampar diriku sih, selama ini sudah benarkah sikapku? Sudah menjadi pendengar baikkah ketika teman-temanku bercerita? Sudah menjadi pendengar baikkah ketika orang tuaku berbicara? sepertinya aku masih salah, perlu belajar lagi. Banyak orang sebenarnya bercerita ingin didengarkan. Solusi yang kita berikan jika tidak tepat bisa jadi akan menjadi racun untuk diri sendiri.
Sebenarnya masih ada lagi sih yang ingin aku tuliskan di jurnal ini eh cielah jurnal. apa ya ya cerita ini gitu aja deh nyebutnya dari salah penulis yang kuanggap tulisannya itu bisa menyentuh lubuk hati wkwk. Alvy Syahrin dia penulis yang menurutku tulisannya pas aja di hati gue.. singkat saja dari buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta" di tulisan awalnya dari situ ku belajar bahwa menjadi berubah karena orang lain (manusia) sifatnya hanyalah sementara. Manusia tidak kekal, tidak sempurna dan seiring berjalannya waktu cinta pun juga bisa pudar. Jangan jadikan alasan sementara itu menjadi racun sakit hati kita karena terlalu berekspetasi dengan manusia. Jika ingin berubah itu diniatkan kepada Allah, karena sejatinya Allah lah tak akan menghiyanati umatnya.
Posting Komentar untuk "Sekilas yang ku dengar dan ku baca hari ini"